Mas Bocah

Opini, motivasi dan review dari Mas Bocah

Mas Bocah

Kehilangan Sahabat, Seorang Teman Yang Sesungguhnya

Kehilangan Sahabat, Seorang Teman Yang Sesungguhnya - Memiliki seorang sahabat adalah impian bagi semua orang, setidaknya, begitulah yang seringkali ku dengar dari mereka. Berbeda dengan teman biasa, seorang sahabat adalah dia yang benar-benar istimewa, yang sering kali keistimewaannya itu tak kita sadari hingga kita tak pernah tau mana yang benar-benar seorang sahabat, dan mana yang hanya seorang penjilat.

Beruntunglah kamu yang berhasil menyadari dan menemukan siapa sahabat sejatimu, karena tak semua orang bisa menemukan sahabat dalam hidupnya meski hanya satu orang saja. Ciri seorang sahabat bukanlah dia yang selalu berada bersama kita kapan saja, karena terkadang, mereka yang selalu hadir dimanapun kita berada hanyalah seorang yang ingin memanfaatkanmu saja. Sahabat juga bukanlah dia yang selalu membenarkan apa yang kamu lakukan dan katakan, karena justru sahabat adalah ia yang tak sungkan untuk menyampaikan pendapatnya meski itu tak sejalan dengan apa yang kamu inginkan.

Sahabat adalah ia yang mampu membuat kita merasa nyaman, dan merasa tak sungkan untuk mengekspresikan diri kita, hingga melakukan hal-hal yang konyol. Kita dan sahabat mungkin tak selalu kompak, namun kita sama-sama saling mencoba untuk mengimbangi satu sama lain. Dan sahabat adalah seorang teman terakhir yang masih sudi berada di sebelahmu saat yang lain meninggalkanmu karena kamu sudah tak punya apa-apa lagi.

Kehilangan Seorang Sabahat


Sering kali, apa yang membuat sahabat pergi adalah karena sikap egois yang ada dalam diri kita. Kadang memang ia tak sepaham denganmu, tak jarang ia sangat cerewet untuk menasehatimu. Kamu mungkin akan merasa jengkel, dan risih saat ia bersikap demikian. Tapi percayalah, ia bersikap demikian karena ia peduli padamu. Terkadang pula kita tak memikirkan perasaannya yang mungkin sudah lelah dengan sikap kita.

Hingga nanti tiba saat dimana sikapnya mulai berubah, dan perlahan mulai meninggalkanmu. Ya, ketika seorang teman yang sebelumnya cerewet mendadak mulai diam, itu adalah pertanda bahwa kamu akan kehilangan seorang sahabat, kehilangan seorang teman yang sesungguhnya, kehilangan orang yang peduli dengan hidupmu.

---------------------------- * * ----------------------------

Aku pernah mempunyai seorang sahabat, beberapa tahun lalu. Entah bagaimana kami bisa sangat akrab saat itu, padahal perkenalan kami baru beberapa hari sebelumnya. Kami berbagi tentang berbagai hal, cerita, dan kami hampir selalu bersama dalam semua keadaan, melakukan hal-hal jahil, dan beberapa kenakalan lainnya.

Ya, kami sudah melalui masa-masa senang dan sulit bersama, tak hanya dalam hal permainan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dia memang agak sedikit egois, dan aku sering kali menjadi korban ke-egoisannya. Kami beberapa kali berselisih paham karena hal itu, namun kemudian kami selalu kembali akur. Hingga, datang diantara kami seorang "teman" baru.

Awalnya kami dapat menerima kehadiran dari teman baru ini, dan kamipun jadi sering bermain bersama. Namun nampaknya, teman baru ini punya maksud lain, dan ia nampak berusaha menjauhkanku dengan sahabatku. Memang, sahabatku ini bisa dibilang merupakan anak dari orang berada, meski ia tak menunjukkannya pada orang banyak. Jadi kurasa sangat wajar jika ada orang yang punya maksud lain untuk mendekatinya.

Ia nampak berhasil mendikte sahabatku, membuatnya berubah sikap, dan belakangan baru ku ketahui bahwa teman baru ini berkata pada sahabatku bahwa aku menyukai teman wanitanya. Untunglah, sahabatku tak terlalu mempercayainya dan menanyakannya langsung padaku. Dan tentu saja dia lebih percaya padaku karena selama ini akulah orang yang selalu memberikan jalan tengah ketika ia dan teman wanitanya sedang tak akur.

Namun orang ketiga ini nampaknya tak menyerah begitu saja. Entah apalagi yang dikatakannya pada sahabatku, hingga ia mulai benar-benar berubah sikap. Dan hari itu, ia nampak marah padaku tanpa sebab yang jelas. Dan selanjutnya, mereka lebih sering bersikap seolah aku ini bukan teman mereka.

Cukup..!! Aku sudah tak tahan dengan sikapnya, dan memutuskan untuk pergi, meninggalkan sahabatku dengan "teman" barunya. Aku baru tau bahwa ternyata temannya ini hanyalah seorang penjilat yang ingin memanfaatkan sahabatku, atau sekarang bisa ku sebut sebagai mantan sahabat karena aku tak mau peduli lagi. Dia nampak senang bersama teman barunya, dan sepertinya temannya itu merasa sudah menang karena beberapa kali ia nampak meledekku, dibelakang mantan sahabatku.

Apakah aku bersedih dengan keadaan itu? Awalnya, iya. Tapi kemudian aku sadar, mungkin memang ini yang terbaik buatku. Toh dengan ini, aku jadi tak perlu lagi menghadapi keegoisannya yang sering membuatku lelah. Seiring berjalannya waktu, akupun menemukan teman baru, beberapa teman baru lebih tepatnya. Tidak kaya, tapi aku tau mereka semua tulus. Beberapa bulan berlalu, aku dan teman-teman baruku semakin akrab, dan aku sudah benar-benar tak mempedulikan mantan sahabatku. Jika dijadikan sebuah video, mungkin ceritanya akan mirip seperti ini :

Tapi sayang, akhir cerita kami tak seindah video berdurasi 6 menit diatas. Keadaan sudah tak sama lagi ketika ia mencoba memperbaiki semuanya.

Pagi itu, ia datang menghampiriku untuk bertanya soal kabar dan teman-teman baruku. Akupun bertanya balik, kemana temanmu yang itu? Setelah sekian lama, ia baru menyadari bahwa temannya itu tak lebih dari seorang penjilat, yang tak pernah tulus untuk menjadi seorang teman. Namun sepertinya semua sudah terlambat.

Aku tak ingin meninggalkan sahabat-sahabat baruku untuk dia yang pernah "membuang"ku begitu saja. Dan semua yang sudah rusak takkan bisa kembali seperti semula. Bukan, bukan karena dendam, aku hanya merasa pertemanan kami sekarang lebih seperti berteman dengan orang asing. Ia pun sepertinya merasakan hal yang sama, dan perlahan akhirnya mencari jalannya sendiri.

Dan terakhir kali aku melihatnya, ia nampak masih tak memiliki sahabat baru yang menemani hari-harinya, hingga kemudian ia benar-benar menghilang entah kemana.

---------------------------- * * ----------------------------

Maka, janganlah kamu menyia-nyiakan orang yang peduli tentang hidupmu. Janganlah kamu salah mengartikan bahwa ia yang menentangmu adalah musuhmu, dan ia yang selalu mendukungmu adalah temanmu. Tidak, itu tidak sepenuhnya benar.

Sulit memang untuk melihat apakah seorang teman bisa disebut sebagai sahabat, atau tidak. Tapi setidaknya, cobalah untuk bersikap baik kepada semua orang, jadilah sahabat bagi semua temanmu, agar kamu tak menyakiti hati siapapun yang bisa jadi salah satunya adalah sahabatmu. Dan jika kamu merasa sudah menemukannya, maka jagalah sahabatmu hingga kau tak mampu lagi membuka matamu #tsahhhh.

7 Hotel Pilihan Cerdas Menginap Di Bandung

Zodiak Paskal Hotel Bandung


Hotel yang terletak di Jl. Pasir Kaliko no 15 ini memasang Harga mulai Rp285.000 sampai Rp375.000. Hotel ini juga dapat dipesan melalui aplikasi Traveloka, untuk memesan hotel ini dapat dilakukan dengan mengklik link disini. Letaknya juga dekat dengan beberapa pusat perbelanjaan seperti Pusat Kuliner Paskal Food Market, cukup 5 menit menuju kasana, Mall Elegan Paris van Java, dan cukup berjalan kaki selama 5 menit untuk menuju area kuliner yang berada di sekitar hotel, dan juga bila dari stasiun Kereta Api Bandung juga tak memerlukan waktu yang cukup lama bila hendak menuju ke hotel ini. Dari Bandara Internasional Husein Sastranegara, cukup menempuh 10 menit menuju ke hotel ini.

Hotel Bintang 2 dengan harga yang sangat terjangkau ini memiliki konsep astronomi dengan ciri khas hiasan interior tanda Zodiak yang terdapat di setiap kamar. Ada dua jenis kamar yang terdapat di dalam hotel ini. Antara lain adalah Kamar Suite dan kamar Superior.

Fasilitas yang terdapat di setiap ruangan cukup memadai seperti pendingin udara, pengering rambut, TV, dan juga WiFi gratis buat semua area. Bila ingin mengadakan pertemuan keluarga ataupun pertemuan bisnis, maka bisa diadakan di hotel ini, karena memiliki ruang meeting yang cukup memadai.

Sumber Gambar : traveloka.com

Hotel 68 Lembang, Bandung


Harga mulai 150 ribu – 590 ribu

Lokasi hotel cukup strategis karena dekat dengan beberapa tempat wisata di Lembang, yaitu dekat dengan Floating Market, dekat dengan Borma Supermarket, dan juga dari Bandara Husein Sastranegara berjarak 11,71 km.

Meskipun memasang harga yang cukup murah yaitu mulai Rp150.000, namun pelayanan yang ramah dan baik dari para staf hotel membuat para tamu merasa nyaman tinggal disini. Begitu juga beberapa fasilitas yang bisa di dapat di hotel ini cukup memenuhi kebutuhan tamu selama menginap di hotel ini.

Sumber Gambar : traveloka.com

Hotel Harapan Indah


Hotel dengan harga mulai dari Rp185.000 ini berada di daerah Lengkong, daerah ini dekat Bandara Husein Sastranegara yang hanya berjarak 5,56 km dan juga lokasi hotel ini berada dekat tempat perbelanjaan.

Pada umumnya hotel melarang para tamu untuk membawa binatang peliharaan, namun di hotel ini anda diperbolehkan membawa binatang peliharaan.

Tidak semua hotel mengizinkan tamunya membawa binatang peliharaan, tapi Hotel Harapan Indah memiliki kebijakan istimewa untuk Anda. Silakan membawa serta binatang peliharaan Anda untuk menginap dan menikmati liburan tanpa harus meninggalkannya di rumah.

Di hotel ini juga terdapat fasdilitas SPA sehingga anda bisa memanjakan diri dengan menghabiskan waktu relaks di SPA dan juga di pusat kebugaran yang terdapat di hotel ini. Di hotel ini anda juga dapat menikmati menu lezat ala Hotel Harapan Indah.

Sumber Gambar : traveloka.com

Rizh Garden Family Hotel


Hotel yang berada di daerah Lengkong ini cukup dekat dengan Bandara Husein Sastranegara, yaitu sekitar 5,72 km, lokasinya juga cukup strategis yang dekat dengan Masjid Agung dan ITC Kebon Kalapa

Dan hanya perlu membayar mulai dari Rp250.000, maka anda bisa mendapatkan pelayanan yang cukup bagus dan fasilitas yang memadai yang terdapat di hotel ini, dan juga pelayanan yang ramah membuat para tamu merasa nyaman.

Sumber Gambar : traveloka.com

Nur Alam Hotel


Harga Rp195.000 termasuk harga yang murah bagi sebuah hotel yang berada di kawasan Lembang dan dekat dengan tempat berbagai tempat wisata dan tempat perbelanjaan, dari Bandara Husein Sastranegara pun tak telalu jauh, yaitu hanya 11,55 km.

Di Hotel Nur Alam ini terdapat kolam renang, restoran dengan menu masakan yang cukup menggugah lidah, serta terdapat ruang pertemuan yang cukup luas. Fasilitas penunjang hotel lainnya juga menjadi pelengkap kenyamanan bagi para tamu yang menginap disini.

Sumber Gambar : traveloka.com

Graha Asri Hotel


Hotel ini bisa dimasukkan dalam daftar hotel bagi para Backpacker, karena selain harganya yang ramah di kantong, hotel ini juga terdapat di dekat banyak fasilitas dan perbelanjaan, jaraknya juga tak jauh dari Bandara Husein Sastranegara, yaitu sekitar 6,18 km,

Hotel ini berada di daerah Cidadap, dengan kualitas pelayanan yang ramah dan dengan harga yang murah yaitu mulai dari Rp200.000. Fasilitas hotel yang didapat para tamu di kamar cukup memuaskan dan juga fasilitas yang disediakan hotel. Termasuk restoran yang menyajikan menu ala Graha Asri Hotel dengan menu yang khas dan lezat.

Sumber Gambar : traveloka.com

Lingkar Selatan Hotel Salon Fora


Hotel dengan harga Rp231.000 sampai dengan Rp381.000 berada di daerah Bojongloa Kaler, lokasinya cukup strategis, dan dekat Bandara Husein Sastranegara, hanya 4,43 km. Dekat dengan King's Shopping Center sekitar 2,1 km dan dekat dengan tempat perbelanjaan misalnya ITC Kebon Kalapa yang berjarak sekitar 1,92 km.

Hotel ini memberikan fasilitas hotel yang cukup memadai dan juga fasilitas di dalam kamar yang cukup untuk kebutuhan tamu, semua ini dilengkapi dengan pelayanan yang cukup bagus dari para staff yang ada di hotel ini. Restoran yang ada di hotel ini menyajikan menu special khas Lingkar Selatan Hotel Salon Fora yang rasanya cukup lezat.

Sumber Gambar : traveloka.com

Panduan Langkah Demi Langkah untuk Jual Rumah

Menjual rumah bisa dianggap sebagai seni - dan sebagai investasi tunggal terbesar yang dibuat kebanyakan orang dalam hidup mereka, akhirnya menjual rumah adalah sesuatu yang hanya memberikan hasil dengan baik bila dilakukan dengan benar. Ada banyak faktor pasar untuk dipertimbangkan saat meletakkan sebuah rumah untuk dijual.

Apakah ada yang membeli sekarang? Jika demikian, siapakah mereka? Apakah lingkungannya merupakan pilihan yang menarik untuk para lajang? Keluarga dengan anak-anak? Pengantin baru? Pensiunan? Apakah ada sekolah yang bagus di sekitarnya? Bagaimana kondisi pusat perbelanjaan? Apakah ada banyak konektivitas Wi-Fi, kafe dan seperti hal-hal semacam itu? Berapa usia rata-rata populasi umum - kebanyakan senior, atau kebanyakan seumuran remaja?

Selain merangkai seluruh strategi Anda di sekitar pertanyaan-pertanyaan demografi, menjual properti seringkali seperti komedi - Anda harus jujur, dan Anda harus memiliki waktu yang baik.

Kejujuran adalah kunci


Bagian dari menjual adalah jujur ​​dengan setiap pembeli ketika datang untuk apa yang akan mereka dapatkan sebagai ganti uang mereka. Secara khusus, jika rumah memiliki kelemahan, itu terserah Anda untuk memperbaik atau mengabaikannya jika terlalu mahal bagi Anda untuk memperbaiki. Jangan mencoba dan menutupi kekurangan pada rumah yang akan dijual. Sebaliknya, bangunlah komunikasi yang lebih baik dengan calon pembeli, gunakan kelemahan pada rumah yang akan Anda jual untuk menceritakan kisah menarik tentangnya dan Anda bisa melepaskannya (menjualnya) lebih cepat dengan harga yang secara komparatif lebih rendah dari rumah tetangga.

Setelah Anda sudah benar-benar memperbaiki atau mempublikasikan kelemahan rumah, Anda juga perlu waktu yang baik untuk menjualnya.

Menyadari Siklus


Pasar perumahan mengalami pola yang sangat spesifik. Pola ini cukup sederhana, dan sangat dipengaruhi oleh siklus ledakan atau kegagalan ekonomi. Secara khusus, orang pindah ke kota ketika ada banyak pekerjaan yang bisa dimiliki - dalam kasus ini, kekosongan rumah yang tersedia menurun. Dengan demikian, rumah menjadi sulit untuk ditemukan - sehingga harga mereka akan merangkak naik. Pemilik lahan, perusahaan pengembangan dan kru konstruksi mulai membuat perumahan baru untuk melawan tingkat kekosongan, dengan semakin meningkatkan harga. Rumah menjadi bisnis yang menguntungkan.

Akhirnya, bagaimanapun, mereka terlalu mahal. Tingkat kekosongan meningkat karena ekonomi melambat - dan dalam kasus bencana alam, dampak dari resesi akhirnya diperburuk. Rumah perlahan dikosongkan - dan harga mereka menjadi lebih murah, atau bahkan menurun di saat yang benar-benar buruk.

Dan siklus seperti biasanya datang dan pergi begitu saja. Dunia adalah tempat yang tak terduga. Namun, dengan logika ini, waktu terbaik untuk menjual adalah ketika pasar berada pada titik tinggi - yaitu, ketika ekonomi mendorong lebih banyak orang untuk pindah ke kota-kota dan daerah pinggiran, dan sewa rumah untuk menjadi lebih dekat dengan pekerjaan.

Sedangkan saat terbaik untuk membeli rumah adalah ketika ekonomi berada pada titik rendah. Tapi tidak di suatu tempat di tengah - menjelang akhir resesi, sehingga Anda tidak perlu menghuni properti yang mendevaluasi terlalu lama.

Berikutnya: Harga


Setelah Anda mengidentifikasi apa bagian dari siklus Anda saat ini dan Anda siap untuk menjual, saatnya untuk membahas harga. Banyak orang mengidentifikasi nilai rumah mereka berdasarkan pada keinginan mereka sendiri atau dengan menggunakan pendapat dari profesional. Yang terakhir adalah cara yang tepat. Dengan menganalisis nilai rumah tetangga Anda, bersama bagaimana pasar bergerak, apa biaya hipotek Anda dan seberapa banyak yang bisa Anda dapatkan dari menyewakan rumah, penilai perumahan profesional bisa mendapatkan tampilan rinci dimana rumah Anda berada pada peta harga.

Sebuah trik yang baik untuk menjual cepat adalah untuk menjaga nilai itu dalam pikiran dan kemudian tawarkan lebih rendah. Jelajahi direktori online di Indonesia, seperti Rumah, misalnya dengan mencari rumah dijual Semarang.

Lakukan perbandingan sendiri adalah cara yang baik untuk mendapatkan perkiraan cepat, seperti yang dikemukakan Bankrate. Lalu bandingkan harga rumah seperti milik Anda di sekitar daerah atau lokasi yang sama, dan menggunakan perkiraan ini untuk mencari tahu berapa besar nilai rumah Anda - kemudian potong sedikit bagian dari perkiraan, kira-kira cukup untuk membuat perbedaan visual tanpa benar-benar mempengaruhi berapa banyak uang yang bisa Anda dapatkan akhirnya. Homeowners Alliance di UK bahkan menyatakan bahwa yang terbaik adalah untuk menaikkan harga Anda sedikit, agar masih mendapatkan penawaran yang bagus setelah negosiasi.

Merapikan Rumah Anda


Sebelum hal lain, saatnya untuk melihat apa yang dapat Anda lakukan tentang menaikkan harga rumah Anda - dan bahkan menampilkannya dengan jauh lebih cantik pada foto yang akan Anda perlukan untuk profil rumah online Anda. Hal pertama adalah dengan menginvestasikan sedikit uang untuk memperbaiki "keanehan" di sekitar rumah Anda. Mengganti lampu tua dan tidak efisien, ganti tirai yang dimakan ngengat, membuang furnitur yang berbau seperti rokok atau membiarkannya terkena udara luar selama beberapa hari, dan hal-hal lain misalnya untuk memastikan pintu garasi mobil dan gagang pintu Anda bekerja dengan baik dan benar.

Kemudian sampai ke bagian pembersihan. Sewa kru, atau melakukannya sendiri dengan bantuan beberapa teman, sedikit limun dan mulai bekerja di dalam ruangan, menggosok dan bekerja untuk menyingkirkan noda tua. Setelah semuanya telah dibersihkan di dalam, beranjaklah ke luar. Sapu dedaunan, tanam bunga baru, menyingkirkan gulma, memangkas semak-semak dan pohon-pohon, memotong rumput dan mengganti rumput mati. Membersihkan jalan dari rintangan dan umumnya membuat semuanya menjadi lebih baik dan hijau secara lebih terorganisir.

Sekarang, Anda bisa menambahkan soal warna. Cat dinding luar dan dalam, mengganti pintu depan, menyingkirkan dinding dan pintu obstruktif, dan benar-benar mengubah tampilan dan nuansa rumah. Biarkan terkena udara, kemudian berikan sedikit aromaterapi - meneteskan beberapa minyak esensial, mendistribusikan gelas berisi kopi bisa membasmi bau busuk di udara, membersihkan dan mengangin-anginkan kulkas dan dapur, sebelum akhirnya mengambil gambar dari semua itu.

Pasarkan Rumah Anda


Berikutnya adalah bagian yang sulit - pemasaran rumah Anda. Ini akan melibatkan media baik tradisional dan digital - Anda akan membutuhkan bantuan iklan surat kabar dan jejaring sosial, direktori online dan baris lokal kota Anda.

Setelah Anda mulai mendapatkan pembeli yang mengantri, ingat untuk menyiapkan sepiring kue dan seteko kopi hangat untuk lebih membuat mereka merasa seperti di rumah sendiri. Buat dekorasi sederhana, untuk menginspirasi pembeli untuk memproyeksikan ide mereka sendiri ke dalam apa yang Anda tinggalkan. Jangan sepenuhnya mengosongkan rumah, namun jaga pada warna netral, atau Anda bisa meminta bantuan seorang desainer interior untuk berkonsultasi pada kombinasi warna terbaik untuk ukuran dan tampilan rumah.

Bernegosiasi dengan Pembeli


Setelah Anda menemukan pembeli, saatnya untuk negosiasi harga. Anda harus mencapai kesepakatan antara apa yang mereka inginkan (harga terendah) dan apa yang Anda inginkan (harga yang Anda minta). Kadang-kadang, pembeli bersedia membayar harga yang diminta - meski seringkali, ada negosiasi yang harus dilalui. Jangan menerima tawaran yang terlalu rendah secara ekstrim - pembeli seperti ini hanya membuang-buang waktu Anda.

Setelah Anda yakin bahwa salah satu pembeli Anda siap untuk membuat keputusan untuk membeli properti Anda, menyusun kontrak dan sewa pengacara untuk memastikan bahwa semuanya sesuai dengan spesifikasi dan kode, terutama mengenai hukum setempat. Saat pembeli Anda siap, semua yang tersisa adalah untuk membahas metode pembayaran, dan menyerahkan kunci.

Pengalaman Menggunakan ASUS ZenPower Pro

Pengalaman Menggunakan ASUS ZenPower Pro - Kamu udah tau belum kalau ASUS Indonesia sudah resmi merilis model powerbank baru yaitu ZenPower Pro? Belum tau? Yaudah, karena tadi udah ku kasih tau, jadinya sekarang kamu udah tau, kan? Oke, kita skip soal tau-tau-an nya...

Jangan salah, ya, ZenPower Pro ini beda dengan ZenPower biasa yang juga sudah pernah ku buat review nya di halaman ini, baik dari segi fisik, maupun fitur. Oke, mungkin nanti aku bakal bikin bahasan khusus soal perbandingan antara keduanya di posting lain karena disini, aku pengen fokus untuk membuat bahasan soal pengalaman menggunakan ASUS ZenPower Pro.

Bocoran dikit nih, menurutku powerbank yang satu ini tuh bener-bener cocok buat kamu yang doyan traveling. Kenapa? Nanti bakal ku kasih alasannya, yaa. Sekarang, kita unboxing alias intip isi di dalam dus paket penjualannya yuk!

Unboxing


Dalam kemasan yang terlihat simple dan terlihat kecil itu, kita akan menemukan 1 buah powerbank, 1 buah kabel USB berukuran mini, beserta buku panduan singkat dan juga kartu garansi. Dari gambar diatas terlihat bahwa ZenPower Pro mengusung desain yang serupa dengan ZenPower "biasa", terkesan simple dan elegan berkat lapisan metal (aluminium), meskipun sebenarnya ia agak sedikit lebih memanjang.

Dan ia masih membawa kabel USB yang sama, yang menurutku agak terlalu kecil. Tapi memang sepertinya ASUS sengaja menyematkan kabel USB dengan ukuran yang super kompak itu agar lebih mudah dibawa dan bebas ribet. Kan tadi di awal aku sudah bilang, kalau powerbank ini cocok buat kita yang suka traveling. Jadi kalau harus bawa kabel yang panjang kan rawan njelimet, jadinya ribet juga, kan? Toh kita masih bisa pakai kabel USB bawaan charger hape kita kalau diperlukan.

Kesan Pertama


Ukurannya yang tergolong kecil, dengan body yang memiliki sudut membulat membuatnya nyaman ketika digenggam. ASUS menyebutkan bahwa dimensi yang dimilikinya adalah 100 x 59.6 x 22 mm dengan berat 230 gram, yang menurutku sangat mungil untuk powerbank berkapasitas 10.050 mAh.

Seperti yang sudah ku sebut di awal, powerbank dari ASUS ini memiliki beberapa fitur yang menjadi andalannya. Pada gambar diatas terlihat bahwa ZenPower Pro punya satu port microUSB untuk input daya (mengisi ulang powerbank), empat buah titik yang bisa menyala, yang merupakan lampu indikator untuk menginformasikan sisa daya yang dimiliki, satu buah lampu LED flash yang berfungsi untuk membantu penerangan, sebuah tombol dan dua buah port USB untuk output.

Hah, dua? Yap, inilah yang menjadi faktor pembeda utama antara ZenPower Pro dengan ZenPower biasa. Powerbank berlapis aluminium ini diklaim mampu mengisi daya untuk 2 buah perangkat sekaligus, dan istimewanya, salah satu dari kedua port tersebut (yang letaknya persis bersebelahan dengan port microUSB) sudah mendukung fitur Qualcomm Quick Charging 2.0. Hemm, masa sih bisa Quick Charging? Daripada penasaran, mending kita langsung coba, yuk!
NOTE : Jangan lupa untuk di charge sampai penuh dulu yaa sebelum digunakan :)

Pengalaman Penggunaan


Cukup penasaran dengan fitur Quick Charging nya, akupun mengujinya untuk mengisi salah satu hape ku yang juga mendukung fitur tersebut, yakni ASUS Zenfone 2. Dan setelah di colok ke ZenPower Pro, ternyata....

Yap, memang benar bahwa ternyata powerbank ini sudah support Quick Charging! Asiknya, meskipun fast charging, tapi hape dan ZenPower Pro nya gak terasa panas tuh. Dengan catatan, hapenya di cas dalam keadaan standby di ruang terbuka, yaa, bukan dalam keadaan aktif bermain game atau sedang dimasukkan dalam tas. Kalau dimasukkan dalam tas yaa bakalan beda urusan, karena gak ada sirkulasi udara sehingga hape dan powerbank enggak bisa melepaskan panas dengan bebas.

Terus berapa lama charging Zenfone 2 menggunakan ZenPower Pro sampai penuh? Menurut percobaanku sih dari baterai di angka 15% hingga 100% tuh butuh waktu 2 jam lebih beberapa menit, sama seperti menggunakan charger fast charging bawaannya. Tapi perlu dicatat yaa, lama pengisian daya ini tergantung pada fitur dari gadget yang kamu pakai juga.

Di Zenfone 2, fitur fast charging cuma aktif sampai berada di kisaran 60% an (pokoknya dibawah 70% lah), dan setelahnya, hape bakal melakukan charging biasa agar suhu pada baterai tidak terlalu tinggi. Jadi lama pengisian daya ini bisa beda-beda, yaa, tergantung dari hape yang kamu gunakan. Dan mungkin, diantara kamu bakal ada yang bertanya seperti ini :
Kalo hapenya gak support fast charging tuh ngaruh gak ya sama kecepatan charging nya?
Dari yang aku coba menggunakan hape yang gak support fast charging yaitu Zenfone Selfie, efeknya sih gak terlalu ngaruh. Sebagai perbandingan, pertama kucoba untuk charge dengan port Non Quick Charging dari 13% sampai 100% itu butuh waktu 3 jam persis! Dan waktu coba uji pakai port Quick Charging, pengisian dari 7% sampai 100% butuh waktu 3 jam kurang beberapa menit. Jadi yaa efeknya ada, tapi gak terlalu berasa, entah kalo hape lain gimana. BTW, kalo kamu penasaran soal bagusan mana sih antara Zenfone 2 dan Zenfone Selfie, kamu bisa intip di halaman ini.

Coba Menggunakan 2 Port Sekaligus!


Sengaja ku gunakan dua hape ku itu dan kubiarkan dalam keadaan low battery agar aku bisa menguji keduanya untuk di charge bersamaan menggunakan ZenPower Pro. Setelah keduanya lobat, pengujian pun dimulai!

Awalnya sih agak khawatir kalau-kalau powerbank nya bakalan kepanasan. Bayangin aja, ngisi 2 hape sekaligus, yang punya kapasitas baterai lumayan gede pulak! (Masing-masing hape berkapasitas 3000 mAh). Beberapa menit awal, masih adem. Setengah jam, sejam, gak ada tanda-tanda overheat, sampai nggak sadar kalau keduanya udah penuh, karena sempat tak tinggal. Hihihi :P

Disini memang aku lebih prefer untuk menguji soal suhu waktu kedua port nya digunakan bersamaan, dan bukan untuk menguji kecepatan charging. Dan ternyata emang sip banget dah, sesuai dengan klaim dari ASUS! Iya, menurut sumber yang ku baca, ASUS ZenPower Pro ini punya lebih kurang 11 fitur proteksi yang diantaranya :
  • Temperature Protection
  • Short Circuit Protection
  • Reset Protection
  • Input over voltage protection
  • Output over voltage protection
  • Input reserve direction protection
  • Over charge / over discharge protection
  • Output over current protection
  • Cell PTC protection
  • Adapter protection
  • JEITA protection

Terus setelah ngisi dua hape itu, ternyata lampu indikator di powerbank masih bisa nyala meskipun hanya satu titik, yang artinya masih ada sisa sedikit daya yang bisa dimanfaatkan. Yaudah, langsung aja aku coba untuk ngisi tablet ASUS Zenpad 7.0 Z370CG punyaku yang juga sengaja ku bikin lobat. Dan sisa 1 titik di lampu indikator ZenPower Pro itu mampu mengisi daya tablet yang punya kapasitas baterai 3450 mAh itu dari 7% ke angka diatas 50%.

Akhir Kata . . .


Jadi memang, ASUS ZenPower Pro ini sangat cocok bagi kita yang sering kali beraktivitas diluar ruangan, dimana kita akan sulit untuk menemukan colokan listrik untuk mengisi ulang daya dari perangkat yang kita bawa.

Ukuran yang kecil, kapasitas besar, serta mampu mengisi 2 perangkat sekaligus, jelas merupakan aksesori wajib yang harus dibawa oleh kamu yang doyan traveling, karena kamu tak perlu repot lagu untuk membawa lebih dari satu powerbank. Belum lagi soal fitur keamanannya yang bisa membuat kamu merasa aman ketika menggunakannya untuk mengisi ulang daya dari perangkat yang kamu bawa.

Ditambah lagi, sebuah fitur tambahan kecil berupa lampu LED yang bisa dinyalakan dengan cara menekan dan tahan tombol power bakal siap menerangi jalanmu di tengah kegelapan (duh, ini kok dalem banget ya kayanya?). Yaa siapa tau kamu bisa menemukan jodoh di tengah kegelapan berkat lampu LED ini. Wkwkwkwkwkwkwk :P

Oiya, lampu LED nya itu punya 2 tingkat kecerahan loh! Tekan tombolnya 2 kali untuk membuatnya lebih cerah, tekan lagi 2 kali untuk meredupkannya kembali. Tapi, jangan sampai kamu beli yang palsu yaa, karena sekarang ini banyak ZenPower palsu yang beredar, seperti yang bisa kamu lihat pada forum ZenTalk. Pastikan kamu membelinya di tempat yang terpercaya, yaa. Oke, mungkin itu aja sih yang bisa ku bagikan pada posting kali ini. Kalau misal ada pertanyaan, tinggalin komen aja. Semoga bermanfaat :D

Nissan X-Trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik di 2016

Nissan X-Trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik di 2016 - Kendaraan roda empat sering kali menjadi sebuah pilihan sebagai sarana transportasi, khususnya ketika sedang ingin melakukan perjalanan jauh. Menghindari panas atau hujan, bisa memuat banyak barang, serta soal kenyamanan sering kali menjadi alasan mengapa orang lebih memilih kendaraan ini.

Bukan hanya digunakan untuk bepergian di area perkotaan saja, tetapi mobil juga sering kali digunakan untuk berbagai keperluan lain termasuk berwisata ataupun mudik, yang mana aktivitas mudik ini terkadang mengharuskan kita untuk melakukan perjalanan dengan jarak hingga ratusan kilometer jauhnya, serta sering kali harus melalui medan menanjak, atau menurun dan berliku yang cukup melelahkan. Sehingga, kita patut untuk mempertimbangkan untuk memilih mobil berjenis SUV, yang sekiranya cukup tangguh dan nyaman agar perjalanan terasa lancar.

Nissan X-Trail Mobil SUV Tangguh Dan Sporty
Nah, salah satu mobil SUV yang menjadi pilihan favorit bagi konsumen di Indonesia adalah Nissan All New X-Trail! Mengusung desain yang jauh berbeda dari versi sebelumnya, Nissan All New X-Trail hadir dengan tampilan yang lebih gagah serta terkesan tangguh dan sporty.

Ya, mobil ini memang sudah lama menjadi primadona di pasar SUV berkat kenyamanan serta performanya yang handal, dan kini, berkat tampilan desain eksterior baru yang diusungnya membuatnya semakin diperhitungkan. Tentu, Nissan tidak menempatkan kendaraan ini di kelas Sport Utility Vehicle dengan hanya berbekal tampilan eksteriornya saja, tetapi ia juga didukung dengan berbagai fitur serta performa yang mumpuni.

Performa


Nissan All New X-Trail yang dipasarkan di Indonesia memiliki 3 buah varian yang membedakan dari sisi kapasitas mesin serta transmisi. 2 varian pertama mengusung mesin dengan kode MR20DD berkapasitas 2000cc, 4 silinder DOHC dengan pilihan transmisi manual (6 speed) atau CVT. Sementara 1 varian lain tersedia dengan pilihan transmisi CVT dengan mengusung mesin QR25DE berkapasitas 2500cc 4 silinder DOHC.

Pilihan transmisi Nissan X-Trail
Meski berbekal mesin berkapasitas besar, namun Nissan telah merancangnya sedemikian rupa agar tetap mampu memberikan efisiensi bahan bakar yang baik. Pilihan transmisi manual, memudahkan pengemudi untuk urusan akselarasi, sedangkan transmisi CVT (Continously Variable Transmission) akan menyajikan performa yang mulus namun tetap memberikan tenaga yang optimal.

Fitur


Tidak lupa, Nissan juga menyematkan beberapa fitur andalan yang akan membantu memudahkan pengemudi dalam urusan kontrol, sebut saja Hill Start Assist, Active Engine Breaking dan juga Active Ride Control.

Fitur Nissan X-Trail
Hill Start Assist akan memudahkan kita ketika sedang berhenti di tanjakan. Keadaan seperti ini memang agak sedikit membutuhkan kecekatan agar mobil tidak mundur ketika pengemudi melakukan perpindahan dari pedal rem ke pedal gas. Nah fitur tersebut akan membantu pengemudi, dimana Hill Start Assist akan membantu mengerem selama beberapa detik sehingga dapat memberikan waktu bagi pengemudi untuk berpindah dari pedal rem ke pedal gas untuk melakukan akselarasi.

Lalu ada Active Engine Breaking (untuk transmisi CVT) yang akan membantu "pengereman mesin" sehingga proses berhenti akan terasa semakin halus. Sedangkan Active Ride Control akan membantu mengatur pengereman dan torsi mesin ketika melewati polisi tidur, sehingga proses melewatinya akan terasa lebih halus. Hasilnya, kenyamanan akan lebih dirasakan oleh para penumpang yang ada di dalamnya.

Arround View Monitor

Untuk memudahkan pengendara dalam urusan parkir, Nissan All New X-Trail juga telah dilengkapi sebuah vitur yang diberi nama Arround View, dimana dengan fitur ini kita dapat melihat keadaan sekeliling pada monitor yang terdapat di dashboard.

Tidak hanya akan menunjukkan keadaan di bagian belakang saja, tetapi Arround View Monitor juga akan menunjukkan gambar dari atas dengan teknologi Bird-eye view. Tentu ini akan semakin mempermudah pengendara khususnya ketika akan memarkir atau menempatkan kendaraan di area yang sempit. Tetapi bagaimana bisa monitor menunjukkan keadaan dari atas mobil?

Fitur yang dimiliki X-Trail
Mobil ini memiliki 4 buah kamera wide-angle yang ditempatkan di bagian depan, belakang, serta sisi kanan dan kiri, plus beberapa sensor yang juga ditempatkan di sekeliling mobil. Nah tampilan video yang diambil dari keempat kamera tadi akan diproses sedemikian rupa, hingga nantinya monitor dapat menampilkan gambar keadaan sekitar secara virtual, yang seakan menunjukkan bahwa gambar tersebut diambil dari atas mobil. Canggih, ya?

Desain


Dari sisi eksterior, terlihat bahwa All New X-Trail mengusung desain yang modern dan stylish. Terkesan agresif, dan sporty, namun tetap bergaya. Di bagian lampu depan terlihat sangat futuristik dan berkarakter, dipercantik dengan desain grill baru serta body yang aerodinamis, membuat siapapun yang mengendarainya jadi lebih percaya diri.

Desain Exterior Nissan All New X-Trail
Sisi interior pun tak mau kalah. Kesan mewah sangat terasa dengan dominasi warna hitam di bagian kabin. Driver Assist Display yang dimilikinya nampak sangat eye-catching serta mampu menyajikan beragam informasi seputar kendaraan dan perjalanan dengan sangat baik.

Di bagian muka, kita juga dapat menemukan berbagai kontrol serta sebuah monitor yang akan menampilkan "Arround View", sebuah fitur yang sebelumnya sudah kita bahas. Tempat duduk yang nyaman, lega, serta dapat memuat banyak orang bukan hanya dapat memberikan kenyamanan yang lebih bagi para penumpang, tetapi juga menjadikan All New X-Trail lebih valuable.

Desain Interior Nissan X-Trail
Bahkan, Nissan juga sudah menyematkan fitur Dual Zone Auto Climate Control, yang mana sistem pendingin ruangan (AC) akan terbagi menjadi 2 zona yang masing-masing suhu udaranya dapat disesuaikan dengan keinginan, atau di set agar mobil dapat mengaturnya secara otomatis.

Cargo


Sebagai salah satu mobil SUV terbaik di Indonesia, Nissan All New X-Trail memiliki beberapa tambahan fitur lain yang membuatnya semakin valuable, salah satunya adalah dari sisi cargo alias bagasi. Kursi belakangnya tidak hanya dapat dilipat, tetapi ia juga memiliki sebuah ruang ekstra bagasi Under Wraps (dibawah panel penutup lantai) untuk menyimpan ban cadangan serta tool kit dengan rapi, sehingga kita bisa memanfaatkan ruang bagasi yang ada diatasnya dengan lebih maksimal.

Panel atau lantai penutup di bagian bawah dibuat mendatar untuk memberikan ruang bagasi yang makin lega, plus terdapat juga sebuah lapisan tambahan diatasnya dengan memasang Tonneau Cover agar kita bisa menempatkan barang bawaan dengan lebih rapi.

Bagasi Nissan All New X-Trail
Canggihnya, pintu belakang yang digunakan untuk mengakses bagasi memiliki Hands Free (Touchless) Back Door System, yang mana kita dapat membuka pintu tersebut hanya dengan menyentuh tombol di Dashboard. Kita masih bisa membukanya menggunakan 2 cara lain yakni dengan menggunakan Intelligent Key, atau melakukan sentuhan kecil pada sensor yang terdapat di panel pintu bagasi. Jelas, ini akan semakin mempermudah urusan kita, bukan?

Keamanan


Tak lengkap rasanya jika sebuah mobil handal tak dibekali dengan sistem keamanan yang mumpuni. Untunglah, Nissan telah menyematkan berbagai fitur untuk mendukung keamanan baik bagi pengendara, penumpang, maupun mobil itu sendiri. Sebut saja Arround View monitor serta Hill Start assist yang sudah saya jelaskan diatas.

Nissan juga telah membekali mobil SUV yang nampak sporty ini dengan beberapa fitur keamanan lain yang mendasar, termasuk salah satunya adalah Anti-lock Braking System atau biasa disingkat sebagai ABS. Fitur ini sangat penting peranannya, khususnya ketika kita mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi, yang mana ia akan membantu mencegah agar ban tidak mengunci ketika kita melakukan pengereman mendadak.

Sistem keamanan memadai
Perlu diketahui bahwa ban yang mengunci ketika mengerem (apalagi dalam kecepatan tinggi) dapat membuat pengendara kehilangan kontrol pada mobilnya, sehingga mobil akan sulit untuk dikendalikan. Nah dengan disematkannya fitur ini, sangat memungkinkan bagi pengendara untuk melakukan kontrol dan mengambil manuver untuk menghindari benturan terhadap objek yang ada di depannya. Fitur-fitur lain termasuk Dual SRS Airbag, Immobilizer juga tak lupa disematkan pada mobil ini.

X-Trail Hybrid


Ini adalah salah satu hal yang bisa dibilang sangat menarik, dimana Nissan menghadirkan All New X-Trail versi CVT Hybrid untuk pasar Indonesia, yang mana itu artinya ia merupakan mobil SUV pertama di kelasnya yang mengusung teknologi tersebut. X-Trail Hybrid bahkan menawarkan sesuatu yang lebih valuable bagi sang pemilik. Tidak hanya tangguh, nyaman, serta serbaguna, tetapi dengan dihadirkannya teknologi ini, ia juga menawarkan sebuah efisiensi yang lebih baik, khususnya pada penggunaan bahan bakar yang sekaligus juga membuatnya lebih ramah lingkungan.

Paduan antara mesin MR20DD 2.0L plus Electric Motor dapat menghasilkan tenaga hingga 178.1 PS, namun tetap halus atau nyaris tanpa suara, plus dapat lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Electric Motor pada mobil ini mengusung teknologi Intelligent Dual Clutch Control, yang mana 1 motor listrik yang digunakannya akan berperan ganda. Bukan hanya untuk menggerakkan roda, tapi sekaligus juga dapat menghasilkan listrik.

Nissan X-Trail Mobil SUV Hybrid
Kedua sumber penggerak roda ini dapat berkerja secara bergantian ataupun bersamaan, tergantung pada kebutuhan dari sang pengemudi. Mesin bensin akan bekerja ketika pengendara menginginkan akselarasi yang baik, sementara mobil akan masuk ke mode EV atau Electric Vehicle (mode ketika hanya motor elektrik yang bekerja untuk menggerakkan roda, mesin bensin dimatikan) ketika pengendara melakukan akselarasi lembut. Namun di saat tertentu seperti misalnya saat melalui tanjakan, keduanya akan berkerja secara bersamaan untuk memberikan tenaga yang optimal.

Menariknya, baterai yang digunakan oleh motor listrik untuk menggerakkan roda dapat diisi secara otomatis ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi saat mobil dalam mode EV. Tak memiliki ruang untuk melaju dalam kecepatan tinggi? Tak masalah, karena baterai tetap dapat diisi dengan beberapa skenario lainnya. Silahkan kunjungi dealer Nissan terdekat untuk mengetahui lebih lanjut.

Akhir Kata...


Nissan X-Trail
Jadi, Tidak salah bukan jika Nissan All New X-Trail menjadi salah satu pilihan favorit? Desain yang stylish, fitur yang kaya, serta kenyamanan yang baik tentu akan sangat membuat pengemudi merasa senang ketika mengendarainya. Dan bagi anda yang suka berpetualang, tentu mobil ini juga akan jadi pilihan yang tepat karena ia mampu memberikan performa yang cukup tangguh untuk melibas berbagai medan. Segala keunggulan serta fitur yang dimilikinya tersebut menjadikan Nissan X-Trail, mobil SUV tangguh dan sporty terbaik di kelasnya.

PT. Nissan Motor Indonesia selaku produsen mobil bermerek NISSAN menghadirkan juga kendaraan model luxury yaitu INFINITI. Mobil Infiniti menawarkan berbagai kemewahan, kenyamanan, teknologi tinggi dan fitur terlengkap yang akan memanjakan Anda.
Nissan X-Trail

Blog Lama, Domain Baru. Selamat Datang, Techijau!

Blog Lama, Domain Baru. Selamat Datang, Techijau! - Sudah cukup lama sebenarnya aku ingin memindahkan blog tekno milikku ke wordpress self host, setelah sekian lama "numpang" di google host (blogger.com) dengan segala cerita pahit dan manisnya. Yap, keinginan itu muncul setelah blog ku yang dulunya bernama Dunia Gadget 558 (duniagadget558.blogspot.com) itu mendadak merajai page one Google untuk bahasan soal gadget.

Dan efeknya, pengunjung yang datang pun membumbung tinggi. Jelas, ada kekhawatiran disana. "Gimana kalau misalnya blog ini dihapus oleh Google?" Pikirku. Bukan tanpa alasan, banyak mastah-mastah blogger yang mengalami hal seperti itu, blog nya dihapus oleh Google setelah pengunjung melesat tinggi. Dan memang, banyak sekali yang menyarankan bahwa kalau sekiranya pengunjung per harinya sudah mencapai angka 10.000 keatas, maka sebaiknya segera pindah ke self host untuk menghindari resiko tersebut.

Jelas, "warning" itu juga berlaku untuk blog tekno kesayanganku itu, karena ia sudah mencapai beberapa kali lipat dari angka 10.000 visitor per day. Tapi, ada keraguan waktu itu. Yang aku tau, sebelum bisa pindah ke Wordpress, kita mesti ganti dari subdomain blogspot ke domain TLD. Sedangkan dari yang aku lihat (berdasarkan pengakuan beberapa blogger), katanya akan ada efek penurunan visitor selama beberapa lama sebelum bisa kembali seperti semula.

Nah, isu soal efek penurunan visitor itulah yang nembuat diriku galau. Padahal waktu itu aku sudah menyiapkan domain TLD (duniagadget558.com) untuk dipasangkan disana. Visitor semakin banyak, aku pun semakin ragu untuk memasangkan domain tersebut, hingga sebuah hal yang menjadi mimpi buruk bagi setiap blogger datang menghampirinya.

3 bulan lamanya, aku tak sempat mengurus blog tersebut, karena satu dan lain hal yang tak ingin ku ceritakan disini (tapi aku udah bikin postingannya kok, sebelumnya). Dan pagi itu, statistik blog membuatku shock bukan main. Pageview yang biasanya mencapai angka puluhan ribu, kini hanya di kisaran 500 saja per harinya. Iya, blog itu akhirnya kena deindex, yang artinya ia sudah hilang dari hasil pencarian di Google. Dari situ, barulah aku menyesal dengan teramat sangat. Semuanya sudah terlambat....
Sang legenda telah mati....
Legenda? Hahahahah. Iya, mungkin aku agak berlebihan, tapi aku menganggapnya demikian, karena ia benar-benar penguasa Google pada waktu itu. Bahkan sering kali ia mampu bersaing di Google dengan web-web berita yang punya nama besar. Tapi, itu semua kini tinggal kenangan.

Sempat membuat blog pengganti, tapi, masih ada perasaan tak rela untuk meninggalkannya begitu saja. Gagal move on? IYA! Blog itu punya banyak sekali pengalaman, cerita dan kami sudah melalui masa-masa pahit dan manis. Aku memulainya sejak masih sangat awam soal dunia blogging. Bahkan untuk mengganti template pun aku tak bisa. Dan setelah putus dari mantan yang terakhir, barulah semangat untuk membangunnya kian berkobar. Aku mulai belajar, dan belajar lagi. Mulai dari memperbaiki tulisan, belajar mengganti dan mengedit template, hingga belajar untuk sedikit mengerti soal SEO.

Tapi aku juga masih ingat, bagaimana masa kejayaannya itu membuatku menjadi seorang blogger yang sombong, yang merasa lebih tau soal (hampir) segalanya, hingga membuatku tak mau belajar dan tak mau mendengarkan pendapat blogger-blogger lain yang tak punya "reputasi" besar. Dan aku rasa, kehancuran ini mengajarkanku banyak hal. Aku jadi lebih menghormati mereka (blogger) tanpa memandang apakah mereka punya reputasi besar, atau tidak. Karena aku tau, kita semua punya potensi yang sama, untuk menjadi besar.

Aku jadi haus akan ilmu, aku mau belajar dan menyerap ilmu dari siapapun, meski ilmunya itu mungkin dianggap sepele bagi orang lain. Dan, ya, ternyata ada banyak sekali ilmu yang ku dapat, yang sebelumnya tak pernah ku ketahui karena aku merasa sudah pintar.

Setahun lebih sejak jatuhnya blog itu, akhirnya aku memutuskan untuk membangkitkannya kembali dengan memasangkan domain TLD yang sudah ku beli sebelumnya. Sedikit demi sedikit, blog itu mulai kembali bangkit, namun belum bisa kembali seperti masa jayanya. Agak sedih melihat perkembangannya setelah hampir setahun, visitor hanya mentok di angka 5000an (dengan pageview 7000an) per hari, jumlah yang bahkan tak sampai 1/4 dari rata-rata total visitor di masa jayanya.

Dan keinginan untuk hijrah ke Wordpress pun kembali muncul, karena takut kejadian yang sama akan terulang kembali. Dan terpikir pula untuk mengganti nama dan domain dari blog tersebut, karena berdasarkan keterangan dari teman-temanku, nama dan domain itu agak sulit diingat bagi orang awam, sehingga tak baik untuk branding.
Hemm, nama apa ya yang cocok?
Setelah beberapa hari mikirin mantan nama, akhirnya aku memutuskan untuk memilih "Techijau". Hemm, kenapa Techijau? Dan kenapa harus "hijau"? Simple aja sih sebenernya. Jadi gini loh sodara-sodara sebangsa tanah dan sebangsa air. Blog ini kan ngebahas soal teknologi, jadi aku sematkan nama "Tech" untuk domainnya. Sedangkan untuk "hijau" sendiri, yaa karena diriku pengagum alam, dan sesuatu yang berhubungan dengan alam itu identik dengan hijau.

Menurutku, kata "Tech" dan "hijau" kalau dijadikan sebuah nama, rasanya juga cocok. Simple, dan mudah di ingat. Dan disini, aku secara resmi mengumumkan bahwa Dunia Gadget 558 (duniagadget558.com) telah resmi berganti nama dan domain menjadi Techijau (techijau.com). Blog lama, domain baru, dengan semangat yang baru pula!
The legend reborn
Dan aku juga melakukan perombakan yang cukup besar khususnya dari segi tampilan (yaiyalah, tampilan di blogspot sama wordpress kan beda jauuh). Aku harap, dengan domain baru serta rumah baru untuk blog lama ini bisa membangkitkan semangatku untuk kembali meraih masa jaya dari blog ini. Mohon dukungannya ya, gaes! :D

Pengalaman Menggunakan ASUS ZenEar, Earphone Stylish Suara Memuaskan

Pengalaman Menggunakan ASUS ZenEar, Earphone Stylish Suara Memuaskan - Menurutmu, apa sih gambaran yang pas untuk sebuah gadget canggih yang tak didampingi dengan aksesori? Kalau menurutku sih, itu lebih seperti seorang pemuda yang baik, ramah, humoris, dan tampan, tapi........... JOMBLO. Eits, jangan marah, itu aku gak nyindir kamu kok. Yang jomblo kan bukan cuma kamu doank, jadi jangan ke-GR-an deh. HAHAHAHA.. Balik lagi ke topik yaa..

Nah karena dia jomblo, dia pasti bakal butuh teman untuk melengkapi hidupnya donk, yang dalam hal ini, teman bagi sebuah gadget adalah aksesoris. Kalau diperhatikan, salah satu aksesoris yang paling banyak disandingkan dengan gadget adalah earphone. Terang saja, di jaman yang serba modern ini orang semakin mudah untuk mengakses hiburan, khususnya musik yang bisa dengan mudah diputar melalui smartphone miliknya dan didengarkan dengan bantuan earphone.

Oke, memang sih, kita masih bisa mendengarkan musik dengan loudspeaker yang terdapat pada perangkat, atau aksesori lain macam Audio Cover punya Zenpad. Tapi, cara itu cuma efektif digunakan di tempat pribadi. Yakali kamu mau setel musik kenceng-kenceng pakai loudspeaker di tempat umum, pasti bakal mengganggu banget kan? Apalagi kalau di keramaian itu (yang biasanya sudah bising), suara dari loudspeaker hapemu bakal terdengar kurang bagus, jadi kamu gak bisa menikmati musik dengan baik deh.

Maka, nggak salah memang kalau orang lebih memilih menggunakan earphone untuk mendengarkan musik on the go. Selain supaya bisa mendengar musik dengan lebih baik, kita juga jadi bebas untuk mendengarkan musik apa saja yang kita suka tanpa perlu khawatir mengganggu orang lain yang selera musiknya beda. <- Ini anak rocker banget nih, yang sering diprotes sama emak-emak yang alergi musik rock.

Kebetulan nih, kemarin diriku baru aja nyobain aksesoris gadget berupa earphone, yaitu ASUS ZenEar, dan di posting kali ini, aku ingin berbagi pengalaman alias review dari aksesoris resmi untuk gadget dari ASUS yang satu ini. Emang apa sih istimewanya? Intip dulu yuk!

Dalam paket penjualannya yang punya kemasan cukup menarik itu, kita hanya akan menemukan unit earphone itu sendiri, plus beberapa earbud cadangan saja. Yaiyalah, masa beli earphone dapet motor dalam paket penjualan? (-___-"). Yap bener, earphone yang satu ini tuh berjenis in ear, dan sebenernya earbud tambahan yang disediakan itu bukanlah cadangan, tapi itu adalah set earbud yang punya ukuran beda-beda.

Penilaian awal, dari sisi desain sih menurutku si ZenEar ini sudah kekinian banget lah yaa. Minimalis, tapi tetap stylish. Bahan yang digunakan pun sepertinya bukan tipe-tipe plastik yang gampang pecah seperti yang biasa kutemukan di earphpone pada umumnya yang berada di kisaran harga 150 ribu kebawah. Berdasarkan keterangan resmi dari ASUS, aksesoris yang satu ini tuh mengusung bahan sejenis plastik bernama Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) yang konon memang punya tingkat kekenyalan yang tinggi (untuk meminimalisir resiko pecah) dan juga punya kekuatan yang cukup tinggi.

Tapi perlu dicatat yaa, "kenyal" yang dimaksud disini tuh bukan kenyal seperti jelly. Kalau kamu berpikir demikian, berarti imajinasimu ketinggian, kisanak. Hemm, desain sih oke, tapi gimana kualitas suaranya ya? Yaudah yuk kita coba colok ke hape!

Performa & Kenyamanan

Apa sih yang dicari dari sebuah earphone kalau bukan soal performa suaranya? Iya, itu memang yang utama. Tapi menurutku, itu bukan satu-satunya penilaian soal bagus atau nggak nya sebuah earphone. Saat pertama kali coba..... Kok suaranya gini ya? Berasa cukup banyak noise (semacam efek bising) gitu. Tapi masa iya segini aja kualitasnya? Setelah dihayati beberapa saat.... Oh, iya, pantesan! Ternyata kurang masuk nih earphone nya!

Jadilah kemudian aku ganti earbud nya dengan ukuran yang paling kecil, supaya sesuai dengan telingaku yang imut-imut ini. Dan setelah di tes lagi.... Nah! Ini baru sip! Barulah terasa kualitas sebenarnya dari earphone ini. Yap, memang hal itu nampak sepele ya, tapi sebenernya pengaruhnya ke performa suara yang dihasilkan tuh berasa banget loh.

Suaranya jernih, bass nya juga oke banget untuk ukuran earphone berjenis in ear, terus treble juga oke. Bahkan, potensi yang dimiliki oleh ZenEar bisa terasa lebih keluar ketika aku coba jodohkan dengan ASUS Zenpad 7.0 yang memang punya teknologi DTS-HD Premium Sound.
BACA JUGA : Review ASUS Zenpad 7.0 Z370CG
Asiknya, earphone ini tuh gak bikin kita cepet sakit kepala! Iya, bagi kamu yang mungkin sering berlama-lama menggunakan earphone, pasti kamu pernah merasa kurang nyaman di kepala/leher bagian belakang hingga bahu. Dan ajaibnya, diriku tak mengalami keluhan itu ketika menggunakan ZenEar.

ASUS ZenEar memang punya kemiringan (katanya sih sekitar 70 derajat) yang membuatnya mampu "menggantung" di telinga dengan mantab, meskipun sebenarnya dia bukanlah tukang PHP yang suka nge-gantung-in hubungan tanpa kejelasan, seperti gebetan kamu itu. Efeknya, ia akan terasa sangat ringan dan nyaman ketika digunakan.

Oh iya, ternyata earphone yang satu ini tuh juga dilengkapi dengan microphone, dengan sebuah tombol multifungsi yang juga tersemat disana. Jadi kita bisa juga memanfaatkan ZenEar sebagai hands-free ketika sedang menelpon. Letak microphone nya pun kurasa sudah sangat baik, yakni sejajar dengan mulut. Sehingga kita gak perlu repot lagi untuk memegangi microphone waktu kita berbicara via telepon ketika menggunakan ZenEar.

Tombol yang ada, bisa kita gunakan untuk menerima telepon, mute call (tekan sekali) mengakhiri panggilan suara (tekan dan tahan agak lama), play dan pause musik yang kita putar (tekan sekali) ataupun berganti ke daftar musik selanjutnya (tekan dua kali dengan cepat). Bahkan. tombol ini bisa kita manfaatkan sebagai tombol shutter kamera loh! Dan jelas, ini bakal membantu banget untuk urusan fotografi, khususnya ketika kita menggunakan mode manual di kamera smartphone kita!
BACA JUGA : Review hasil kamera ASUS Zenfone Selfie
Kalau kamu tanya apakah ZenEar bisa digunakan untuk hape / gadget lain (selain ASUS) atau tidak, sejauh yang aku coba di hapeku yang lain sih gak bisa (tidak kompatibel). Tapi kata temen yang juga udah pake sih bisa. Mungkin perangkat tertentu aja kali ya? Entahlah..

Akhir Kata....

Dengan harga resmi di kisaran 140 ribuan (bisa berbeda di tiap lokasi), menurutku, ASUS ZenEar ini merupakan aksesoris utama yang pantas dan wajib dimiliki oleh para pengguna perangkat ASUS sebagai pendamping gadget nya. Bukan cuma bisa memenuhi kebutuhan di sisi hiburan aja, tetapi ia juga memiliki beberapa fungsi lain yang bisa bermanfaat buat keseharian kita. Ukurannya yang kecil, ringan, membuatnya sangat mudah untuk dibawa menemani si gadget kesayangan.

Tapi inget, jangan cuma gadget mu aja yang dicariin pasangan, kamu juga mesti nyari donk! Hihii :P Oke deh, sekian dulu untuk review kali ini. Kalau ada pertanyaan, boleh kok ninggalin komentar. Semoga bermanfaat :D

Pengalaman Terbang Bersama Pesawat Garuda Indonesia

Pengalaman Terbang Bersama Pesawat Garuda Indonesia - Pertama kali naik pesawat Garuda Indonesia itu sekitar tahun 2012 kalau gak salah, dengan tujuan penerbangan Denpasar - Jakarta, dan sejak itu barulah aku bisa memaklumi kenapa banderol harga tiket yang ditawarkannya agak diatas rata-rata.
Oh, pantesan harganya agak mahal. Ternyata begini toh service nya...
Yup, Garuda Indonesia memang terkenal dengan harga tiketnya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan maskapai lokal lainnya di kelas ekonomi, sehingga sebagian calon penumpang agaknya berpikir 2x untuk memilih maskapai yang satu ini. Mungkin sebagian dari mereka akan berpikir seperti ini:
"Apa sih istimewanya Garuda Indonesia? Kok harga tiketnya sampe mahal begitu?"
Dan harus diakui bahwa sebelumnya akupun berpikir demikian. Hihihi :D Ternyata memang ada cukup banyak orang yang penasaran akan hal itu, namun karena enggan untuk bertanya, maka rasa penasaran itu pun hanya di simpan saja. Nah untuk menjawab rasa penasaran dari para calon penumpang, di posting kali ini aku ingin membuat sebuah review alias berbagi pengalaman setelah beberapa kali terbang bersama maskapai Garuda Indonesia. Yuk langsung di simak!

Ketepatan Waktu


Hal pertama yang dipertimbangkan sebelum memilih maskapai penerbangan adalah soal ketepatan waktu dari penerbangannya. Saat pertama kali dulu, memang tidak ada keterlambatan yang terjadi sehingga keberangkatan dan kedatangan bisa sesuai jadwal. Tapi waktu itu aku berpikir "ah mungkin kebetulan aja lagi on time, baru juga pertama kali. Coba kita liat di penerbangan selanjutnya nanti!"

Dan ternyata memang setelah beberapa kali aku menggunakan service dari Garuda Indonesia, maskapai ini lebih sering tepat waktu. Yap, sering, yang artinya ia juga tak luput dari kata delay alias keterlambatan atau penundaan. Tapi, dari yang ku perhatikan sih keterlambatan yang terjadi lebih sering ke masalah non teknis seperti misalnya hambatan cuaca atau terlalu padatnya lalu lintas udara di Bandara yang bersangkutan.

2 hal itu pernah terjadi berturut-turut saat aku terbang dari Yogyakarta ke Jakarta (bolak balik), yang juga pernah ku tuliskan sebelumnya pada posting berjudul Penerbangan yang penuh drama. Boleh donk ya aku cerita sedikit soal kejadian tersebut. Yang paling aku ingat, saat itu kami terbang dari Jakarta dan sudah sampai di Yogyakarta, namun karena padatnya lalu lintas udara di Bandara Adi Sucipto (karena ada kegiatan militer), maka pesawat belum bisa mendarat sehingga harus berputar-putar terlebih dahulu diatas langit Jogja. Asik ya, keliling kota naik pesawat! Hihihi :P

Cukup lama kami terbang diatas langit Jogja, ternyata kemudian ada badai yang datang sehingga tak memungkinkan untuk mendarat. Dan ya, kami masih harus menunggu lagi. Belum juga mendapat kepastian untuk mendarat, akhirnya pilot menerbangkan pesawat menuju Bandara Juanda, Surabaya untuk "transit" karena bahan bakar sudah menipis. Yang membuat kami jauh dari rasa kecewa adalah, ternyata pihak Garuda memperbolehkan kami untuk mengambil hidangan yang tersedia (yang sepertinya bukan disiapkan untuk kami) di ruang tunggu, karena memang kami semua sudah dalam keadaan lapar.

Iya, artinya mereka masih mau untuk memberikan sedikit kompensasi atas sesuatu yang sebenarnya bukan kesalahan mereka. Ini jelas merupakan sebuah nilai lebih untuk mereka, karena mau mengerti keadaan konsumen sekaligus juga menjaga reputasi mereka.

Di lain kasus, beberapa pesawat yang akan ku tumpangi pernah mengalami penundaan penerbangan karena terjadi masalah pada pesawat. Tetapi yang membuatku terkesan adalah, kami para penumpang tak perlu menunggu terlalu lama untuk itu, dan jika diperlukan, mereka biasanya akan menghadirkan pesawat pengganti yang bisa disediakan dalam waktu tak sampai 1 jam (bahkan mungkin tak sampai 30 menit). Penanganan masalah yang baik itu jelas sangat berarti bagi penumpang, karena dapat menghindarkan penumpang untuk menunggu penerbangan tanpa kejelasan.

Cabin


Satu lagi keistimewaan dari Garuda Indonesia adalah ruang duduk di kabin yang lega, khususnya pada ruang untuk kaki. Perjalanan pun akan terasa semakin nyaman karena kaki bisa lebih leluasa untuk bergerak. Sebagian pesawat (di kelas ekonomi) bahkan menyediakan fitur hiburan di tiap tempat duduk berupa layar agar penumpang dapat memainkan beberapa media yang tersimpan disana. Sayang, aku belum pernah sekalipun mencoba fitur hiburan ini karena lebih suka melihat pemandangan diluar jendela.

Sebagian pesawat lain hanya dibekali dengan beberapa panel layar di bagian atas agar dapat menyaksikan video hiburan yang diputar oleh crew.

Staff / Pramugari


Aku suka sekali dengan penampilan dari pramugari di maskapai Garuda Indonesia. Bukan cuma ramah, penampilannya yang sopan dengan pakaian yang mencerminkan budaya Indonesia juga membuat mereka nampak mempesona #haish. Untuk staff mereka yang lain, sepertinya juga sudah cukup baik untuk melayani pelanggan.

Lainnya


Garuda Indonesia juga menawarkan service dengan menyediakan makanan di setiap penerbangan, yang maka makanan tersebut biasanya akan dibagikan setelah terbang selama kurang lebih 60 menit. Sedangkan jika kita mengambil rute penerbangan yang membutuhkan waktu tempuh yang singkat, crew akan memberikan snack berupa roti dan kawan-kawannya.

Asiknya, jika kita terbang saat bulan Ramadhan (yang mengharuskan umat muslim untuk berpuasa), makanan yang disediakan itu boleh dibawa pulang loh! Entah apakah hal itu hanya berlaku di bulan Ramadhan saja atau tidak.

Akhir kata...


Aku rasa, service yang diberikan oleh Garuda Indonesia sudah sangat sesuai dengan harga yang dibanderol. Bahkan, kurasa service itu sudah melampaui harapan. Bukan hanya soal kabin yang lapang, disediakannya makanan, atau pramugarinya yang cantik saja, tetapi juga lebih kepada bagaimana mereka memberikan service yang baik untuk menangani masalah yang ada sekaligus juga untuk menjaga reputasi mereka sendiri.

Khususnya soal waktu, yang mana mereka dapat meminimalisir waktu penundaan penerbangan, dan ini jelas sangat baik bagi mereka yang pergi untuk urusan bisnis. Namun rasanya hal ini juga tak kalah penting bagi mereka yang bepergian untuk urusan traveling, karena jika terjadi keterlambatan tentu akan mengurangi jatah waktu untuk traveling dan bisa merusak mood kita, bukan?
Dan berdasarkan pengalamanku yang pernah terbang bersama hampir semua maskapai lokal, menurutku Garuda Indonesia adalah yang terbaik dari semuanya, meskipun agaknya harga tiket yang ditawarkan memang sedikit lebih memberatkan anggaran. Tapi percaya deh, masih mending harus bayar lebih daripada harus kehilangan waktu berharga untuk traveling karena delay (apalagi hingga 4 jam tanpa kejelasan) hanya karena kurang baiknya penanganan terhadap masalah. Itu tuh beneran bikin sakit hati banget deh! (hihihi maaf ya, curhat dikit :P ) Oke, kurasa cukup sekian dulu bahasan kali ini. Semoga bisa bermanfaat yaa :D

Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KL, Fitur Istimewa, Harga Kantong Mahasiswa

Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KL, Fitur Istimewa, Harga Kantong Mahasiswa - Pagi itu, waktu sudah menunjukkan pukul 6.30. Seperti biasanya, aku yang belum mandi pergi untuk mampir ke warung Burjo* yang letaknya tak jauh dari kost'an untuk membeli sarapan. Tak lama kemudian, Rudi, seorang teman yang juga merupakan tetangga kost juga nampak datang ke warung yang sama.
*Burjo adalah sejenis warung yang memiliki menu utama bubur kacang ijo (disingkat: BurJo), sangat populer dan banyak tersebar di Jogja. Burjo menjadi salah satu tempat makan favorit bagi anak kost, khususnya mahasiswa.
Tak seperti biasanya ia pergi mencari sarapan sepagi ini, bahkan ia nampak sudah rapi seakan bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Akupun menyapanya untuk sekedar berbasa-basi.
Me : "Tumben jam segini udah ke burjo aja? Rapi banget pulak...".
Rudi : "Ahahah, iya nih. Soalnya abis ini mau nyari hape".
Me : "Haseeekk... Horang kayaaah! Perasaan bukannya baru 3 bulan lalu kamu beli hape? Sini deh, diriku siap menampung hape yang lama :3".
Rudi : "Nah itu dia masalahnya! Aku tuh belakangan ini lagi aktif ikut komunitas gitu, jadi banyak masuk ke grup WhatsApp. Eh ternyata hapeku gak kuat dan sering lemot. Jadi yaa gak nyaman aja, dan takutnya nanti malah ketinggalan diskusi penting. Kata temen di WhatsApp sih, ini RAM nya kurang gede, makanya aku mau ganti hape aja".
Me : "Oalah... Emang mau ganti hape apa?"
Rudi : "Ini juga sebenernya masih bingung.. Makanya, nanti anterin yok! Aku kan gak paham spek hape :| Pengennya yang kameranya juga oke, tapi budget cuma 2 jutaan sih, pokoknya yang dibawah 2.5 deh.. Hahahah.."
Me : *nyeruput teh anget*
Rudi : "Semalem udah browsing, katanya sekarang ini banyak yang overprice gitu, alias harganya kemahalan, gak sesuai dengan spek yang ditawarkan. Jadi makin bingung dah :|"
Percakapan pun terhenti sejenak setelah pesanan kami datang. Rudi yang tadinya mulai tenang perlahan kembali ngedumel soal hape lama miliknya, dan aku pun hanya menjadi pendengar yang baik sembari menikmati sarapanku, hingga ia bertanya:
Rudi : "Ada gak ya hape 2 jutaan layar 5 inch dan udah 4G? Kalo bisa yang speknya oke, terus yang punya fitur buat mendukung aktivitasku.."
Me : "Duh, lengkap amat kriterianya? Emang mendukung aktivitas itu dalam arti yang gimana?
Rudi : "Yaa apa kek, pokoknya fitur untuk produktivitas lah. Entah catetan, pengingat, atau yang lain. Biar gak kelupaan gitu.."
Me : *mikir sejenak* "Kalo ASUS Zenfone 2 Laser, gimana? Yang seri ZE500KL"
Rudi : "Zenfone 2 Laser? Yang kaya gimana tuh? Yang itu bukan?" *sambil menunjuk ASUS Zenfone Selfie yang sedari tadi kuletakkan diatas meja* "Coba sini liat!".
Rudi kemudian mengambil smartphone yang kuletakkan itu, untuk melihat bentuk fisiknya.
Me : "Bukan, kalo ini kan Zenfone Selfie, yang kemarin sempat aku review itu loh. Tapi kurang lebih desainnya mirip kaya gini kok, cuman dia agak kecilan dikit. Yang ini kan 5.5 inch, kalo Zenfone 2 Laser seri ZE500KL itu 5 inch.."
Rudi nampak terkesan dengan desain dari smartphone ini. Ia membolak-balik smartphone tersebut untuk merasakan pengalaman menggenggamnya.
Rudi : "Bagus juga ya, nyaman digenggam pula.."
Me : "Iya, tapi kalo menurutku sih masih lebih nyaman menggenggam tangan mantan :')"
Rudi : "Hahahah gagal move on nih! Eh tapi Zenfone 2 Laser itu harganya berapaan sih?"
Me : "Kalo itu sih harga resminya 2.1 jutaan.. Fiturnya gak kalah sama hape-hape mahal kok, beneran deh!"
Rudi : "Ah masa sih? Emang fiturnya apa aja?"
Me : "Banyak lah.. Mendingan langsung kita cari deh ke toko hape, nyobain demo unitnya buat ngeliat fitur-fiturnya! Gimana? Sekalian biar bisa liat fisiknya juga.."
Rudi : "Emm.. Boleh juga tuh.. Yaudah ayok deh!"
Akupun bergegas kembali ke kost untuk mandi dan bersiap setelah menghabiskan sarapanku, dan kami segera berangkat ke salah satu pusat elektronik yang ada di kota dan mencari Zenfone 2 Laser ZE500KL. Sepertinya kami datang terlalu pagi karena tempat yang kami kunjungi itu nampak masih sepi. Kedatangan kami disambut oleh mbak-mbak SPG cantik yang sedang jaga, dengan senyum manisnya yang bikin gemes.
SPG : "Selamat pagi, mau cari apa mas?"
Me : "Eng... Anu, mbak, mau cari Zenfone 2 Laser ZE500KL"
SPG : "Oh, ASUS ya? Yakin, gak mau yang lain, mas?"
Me : "Nggak, mbak. Aku ini kan tipe setia, jadi tak mudah berpaling. Jangan coba-coba merayuku mbak, jangan!"
SPG : ("-__________-)
Rudi : "Wkwkwkwkwkwkwkwk... Maklum ya mbak, temenku ini emang kurang tidur, makanya sering ngigau xD"
Mbak-mbak SPG yang nampaknya mendadak illfeel itu akhirnya hanya mendampingi kami untuk melihat-lihat demo unit dari perangkat yang kami cari tanpa berkata apa-apa lagi. Wkwkwkwkwk, maap ya mbak, becanda doank kok :P.
Me : "Naahh, ini nih, Zenfone 2 Laser yang dari tadi ku maksud!"
Rudi : "Wahh, iya ya, mirip!"
Rudi yang sedari tadi sudah sangat penasaran akhirnya mencoba demo unit tersebut.
Rudi : "Ukurannya sesuai sih, 5 inch. Tapi kira-kira kuat gak nih buat nampung grup WhatsApp yang banyak? Terus aku kan kadang juga suka chat di grup sambil buka aplikasi catatan buat nyimpen bahasan penting. Itu gimana?"
Me : "Oh, multitasking? Tenang, sini aku jelasin dulu!"
Jadi, Zenfone 2 Laser ZE500KL ini sudah dibekali dengan chipset yang mumpuni dikelasnya yakni Qualcomm Snapdragon 410 MSM8916 yang memiliki CPU Quad-core 1.2 GHz, GPU Adreno 306, serta didukung dengan RAM berkapasitas 2GB.

Nah aplikasi WhatsApp akan membutuhkan ruang lebih pada RAM jika kita mengikuti banyak grup. Semakin banyak grup aktif yang kita ikuti, maka semakin besar pula ia membutuhkan ruang pada RAM. Jadi seharusnya hal itu bukan lagi masalah yang berarti buat smartphone dari ASUS ini karena ia sudah didukung oleh kapasitas RAM yang termasuk besar di kelasnya yakni 2 GB. Bukan cuma itu, besarnya RAM juga berpengaruh untuk soal multitasking loh! Jadi kalau kapasitasnya cukup, maka kamu bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus.

Tapi, besarnya RAM bukan satu-satunya hal yang menentukan performa, karena sebenarnya yang berperan paling penting adalah prosesornya. Jadi untuk dapat melakukan proses dengan baik, perangkat harus punya prosesor yang mumpuni, apalagi ketika digunakan untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus alias multitasking.

Nah kebetulan, si Zenfone 2 Laser ZE500KL ini juga sudah dibekali dengan Qualcomm Snapdragon 410 seperti yang sudah kusebutkan tadi. Chipset ini punya 4 inti (quad-core) prosesor 64-bit yang cukup mumpuni untuk urusan multitasking. Jadi untuk urusan performa masih bisa diandalkan lah!
Rudi : "Oh gitu ya! Pantes hapeku yang lama itu sering lemot, kan RAM nya cuma 1 GB doank, kalo prosesornya gak tau deh apaan, gak hapal. Hahahah.. Ih kenapa kemarin gak ambil Zenfone 2 Laser aja ya, padahal harganya hampir sama, sedikit lebih mahal malah.. Hemm.."
Me : "Nah, makanya.. Bukan cuma milih calon istri aja yang harus ati-ati, nyari hape juga! Supaya gak dikecewain!"
Rudi : "Hahahahahah, tau deh yang gagal move on :P Iya, kemarin itu langsung ditawarin sama mbak SPG nya, katanya hape ini bagus gitu.."
Me : "Hihihi.. Ciyan.."
Rudi : "Terus fiturnya gimana? Tadi katanya fiturnya banyak dan bermanfaat?"
Me : "Heheheh, belum tau dia.."
Seperti yang juga dimiliki oleh perangkat bersistem operasi Android dari ASUS lainnya, Zenfone 2 Laser ZE500KL juga memiliki custom launcher yang diberi nama ZenUI. ZenUI ini menawarkan tampilan yang elegan serta memberikan beberapa pilihan kustomasi yang bisa disesuaikan dengan keinginan pengguna. Termasuk diantaranya pilihan tema untuk mengubah tampilan, font launcher, dan bahkan pengguna juga bisa memilih apakah ingin menggunakan menu 2 layer (dengan app drawer) atau 1 layer (tanpa app drawer).

Kita bahkan bisa mengunci aplikasi pilihan dengan password yang bisa kita setting, untuk menjaga privasi kita dari orang-orang kepo yang suka buka-buka hape sembarangan. Asiknya, kalau misalnya ada orang kepo yang mau mengintip isi hape kita dan salah memasukkan password sebanyak beberapa kali, smartphone ini bakal langsung mengaktifkan kamera depan dan mengambil foto wajah si orang kepo yang berusaha ngintip hape kita itu. Jadi kita bisa tau deh, siapa aja orang yang suka bongkar-bongkar hape kita! Hihihi..
Rudi : "Hahahahah keren juga tuh! Tapi... Masa cuma gitu doank sih?"
Me : "Eh, bentar dulu! Masih ada lanjutannya kok!"
Jangan salah, ZenUI bukan cuma membawa fitur untuk mendukung kustomasi tampilan serta keamanan saja, tapi launcher khas ASUS ini juga mengusung beberapa aplikasi tambahan yang jelas sangat bermanfaat buat pengguna yang bisa memaksimalkannya!

Aplikasi ZenUI


Aplikasi ZenUI ini sendiri terdiri dari beberapa kategori yang diantaranya ada kelompok aplikasi untuk mempermudah produktivitas, konektivitas (ZenLink) dan performa.

1. Produktivitas

Di kelompok ini, setidaknya ada 3 aplikasi utama, salah satunya SuperNote. SuperNote ini bisa dibilang aplikasi all in one note karena menawarkan beberapa pilihan catatan termasuk catatan dalam bentuk tulisan, coretan gambar, ataupun catatan berupa ceklis. Lalu yang kedua ada QuickMemo, sebuah apps catatan mini untuk membuat catatan kecil. Uniknya, kita bisa mengatur agar catatan yang kita buat tadi bisa ditampilkan di semua halaman secara floating, jadi kita tak perlu lagi membuka-buka apps untuk sekedar mengintip catatan kita.

Dan yang ketiga ada aplikasi Do It Later. Diantara ketiganya, aplikasi ini adalah yang paling sering ku manfaatkan. Do It Later berperan sebagai all in one task manager, yang mana kita bisa menyimpan atau atau melakukan bookmark terhadap hampir semua konten melalui aplikasi ini. Jadi semua konten yang kita bookmark tadi, bisa dengan mudah kita akses melalui aplikasi ini.

Nah, kalau misalnya kamu menemukan sesuatu yang kamu anggap penting atau menarik, tetapi kamu tidak sempat untuk membaca atau mengeceknya sekarang, kamu hanya perlu menggunakan aplikasi ini untuk melakukan bookmark pada konten tersebut, supaya nanti kamu bisa melihatnya di waktu senggang.
Rudi : "Wih, asik juga ya fiturnya! Lumayan tuh buat nyatet-nyatetin bahan buat tugas. Biasanya kan aku suka screenshot gitu kalo nemu bahan, tapi yaa kadang bingung buat nyarinya di gallery, soalnya kecampur ama screenshot yang lain.."
Me : "Nah iya! Makanya kamu bisa manfaatin aplikasi ini buat aktivitasmu. Yakin deh, ini hape bisa berguna banget, asal kamu pinter manfaatinnya. Jadi jangan bisanya cuma manfaatin temen doank.. Hahahahah.."
Rudi : "Wkwkwkwkwk.. Kamfret.. Terus yang lain masih ada lagi gak?"
Me : "Masih ada donk!"
2. Konektivitas

Nah untuk memudahkan konektivitas antar perangkat, ZenUI juga memiliki setidaknya 3 aplikasi unggulan. Pertama ada ShareLink, yang memungkinkan kita untuk bertukar data atau konten apapun baik dalam bentuk foto, video ataupun file lainnya dengan sangat cepat melalui konektivitas Wi-Fi. Bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk sesama smartphone saja, tetapi kita bisa memanfaatkannya juga untuk bertukar data antara smartphone dengan laptop. Jadi kita gak perlu lagi tuh colok-colok kabel USB ke laptop cuma untuk transfer data!

Asiknya lagi, kecepatan transfer yang dimilikinya ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan berikirim data menggunakan bluetooth. Jelas, ini bakal lebih mempersingkat waktu, khususnya ketika kita mentransfer file besar.

Yang kedua ada RemoteLink, fungsinya adalah untuk dapat menjadikan smartphone ini sebagai remote bagi laptop kita. Bukan hanya bisa dijadikan sebagai remote mouse, tapi kita juga dapat melakukan input text (sebagai keyboard) dan bahkan mengaktifkan slide show di laptop menggunakan smartphone ASUS kita. Presentasi jadi makin gampang tuh!

Terus yang ketiga ada PC Link, yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan screen mirroring, sehingga memungkinkan kita untuk melihat konten di dalam smartphone pada laptop kita. Asiknya lagi, kita juga bisa mengontrol smartphone kita dari aplikasi PC Link yang kita pasang di laptop loh, jadi kalau misalnya hape sedang di charging, kita tak perlu repot bolak-balik mengambil hape untuk melihat notifikasi karena kita bisa melakukannya di laptop kita. Asik, kan?
Rudi : "Wih, canggih.. :o Terus apa lagi?"
Me : "Yang terakhir ada apps yang berguna untuk menjaga performa.."
3. Performa

Aplikasi andalan di smartphone ASUS untuk menjaga performa perangkat adalah ASUS Mobile Manager. Bisa dibilang cukup lengkap, karena aplikasi ini sudah mendukung untuk melakukan berbagai hal termasuk pengaturan Power Saver, Auto-start Manager, Penggunaan Data, hingga Notifikasi dari tiap apps yang kita gunakan.

Setting auto-start yang kita lakukan pada perangkat memungkinkan untuk mencegah aplikasi agar tidak berjalan di background, sehingga dapat mempertahankan performa, sekaligus juga menghemat penggunaan daya baterai. Jadi tak perlu lagi menginstall aplikasi pihak ketiga untuk urusan ini, karena semua sudah ada dalam ASUS Mobile Manager. Plus, Zenfone 2 Laser ZE500KL juga sudah dibekali dengan aplikasi Backup, yang fungsinya untuk mencadangkan data jika terjadi sesuatu yang tak terduga, dan mengembalikan data aplikasi yang terhapus jika seandainya kita terpaksa harus melakukan factory reset.
Rudi : "Wih, lengkap banget ya berarti? Duh makin nyesel dulu gak ngambil hape ini.."
Me : "Hihihi.. Mudah termakan rayuan mbak-mbak SPG sih.."
Rudi : "Hahahah, apalah dayaku ini.. Eh tapi soal kamera gimana Pan?"
Me : "Woohhh kalo soal kamera malah lebih greget lagi, dan justru disana letak keistimewaannya!"
Rudi : "Ah masa sih?"

Kamera


Kamera belakangnya mampu menangkap gambar berukuran 13 megapixel, memiliki aperture lensa yang lebar yakni f/2.0, serta dilengkapi dengan dual LED flash untuk membantu pencahayaan ketika dalam keadaan minim cahaya. Plus, ia juga sudah dibekali dengan sensor Laser autofocus, sebuah fitur yang biasa ditemukan pada smartphone kelas tinggi. Dan PixelMaster Camera merupakan aplikasi kamera bawaan dari ASUS Zenfone 2 Laser, yang mana apps ini mengusung banyak fitur serta mampu menyesuaikan settingan otomatis pada kamera dengan baik.

Rudi : "Hemm, bentar! Laser autofocus? Apaan tuh? Jadi ada semacem lampu lampuan lasernya gitu ya?"
Me : "Bwahahahahah, ya bukan lah.. Kamu liat titik warna hitam di sebelah kamera itu? Itu sensor laser autofocusnya. Sama seperti Zenfone Selfie yang aku punya.."
Rudi : "Terus, fungsinya buat apa?"
Me : "Jadi gini..."
Sensor Laser autofocus yang dimilikinya akan membantu kamera untuk menentukan fokus, yang mana ketika kamera diaktifkan, maka ia akan "menembakkan" laser tak kasat mata yang kemudian pantulan dari laser tersebut akan diterima kembali oleh sensor untuk menentukan jarak dari objek yang ada di depannya. Sehingga, kamera akan dapat melakukan fokus dengan lebih cepat dan akurat. Jadi jangan heran jika ia bakal mampu menentukan fokus dengan sangat cepat (hanya dalam waktu 0.03 detik), yang artinya akan memudahkan kita untuk mengambil foto snapshot dengan cepat pula.
Me : "Ini nih salah satu contoh foto yang ku ambil beberapa waktu lalu. Perpaduan antara kecepatan kamera untuk menentukan fokus dan juga shutter speed super cepat bisa menghasilkan foto seperti ini *sambil nunjukin foto di hape*."
Rudi : "Eh seriusan itu diambil pake hape ASUS?"
Me : "Yaiyalah, keren kan?"
Rudi : "Wedan! Tapi masa iya bakalan bisa sama? Itu kan pake Zenfone Selfie?"
Me : "Tenang aja, gak jauh beda kok. Soalnya kan spesifikasi kamera belakangnya identik sama Zenfone 2 Laser, sensornya sama-sama bisa nangkep ukuran 13 megapixel, aplikasi kamera bawaan juga kembar, terus fitur Laser autofocus nya pun juga sama.. Cuman bedanya, Zenfone Selfie kan layarnya lebih gede, kamera depan lebih mantab, plus dukungan performanya lebih tinggi.."
Rudi : "Oh gitu toh.. Tapi kayanya aku mending Zenfone 2 Laser ZE500KL aja deh ya, soalnya kan aku nyari yang gak terlalu gede, yang layarnya 5 inch aja. Lagian, takut budgetnya gak cukup. Hahahahah :P"
Me : "Hahahah, iya.. Tenang aja, untuk di rentang harga yang sama, Zenfone 2 Laser seri ZE500KL tuh termasuk smartphone dengan layar 5 inch terbaik kok.. Makanya aku rekomendasi'in dari awal.."
Rudi : "Iya, boleh juga kayanya.. Kameranya punya fitur yang lain lagi gak?"
Me : "Oooo jelas ada donk!"
Kita bisa memanfaatkan beberapa fitur yang ada di aplikasi kamera bawaannya, termasuk salah satu yang paling membantu adalah fitur HDR. Fitur HDR nya mampu membantu kita untuk menangkap gambar dengan area pencahayaan yang tidak merata, mengambil beberapa foto sekaligus, diproses, lalu akan menghasilkan sebuah foto dengan tingkat kecerahan yang merata.

Rudi : "Keren! Eh tapi itu fotonya di Bali ya? Kok gak ngajak-ngajak sih? *salah fokus*"
Me : "Jomblo juga butuh refreshing coy! Hahahahah.. :v"
Rudi : "Haish... :v Terus terus, kalo foto malem gimana? Ada fitur tertentu gak yang gak kalah kece?"
Me : "Hohoho, ada nih! Namanya Low Light Mode."
Low Light mode ini bukan mode foto malam biasa loh, karena ada teknologi keren yang bisa bikin foto bisa lebih terang namun tetap dapat menggunakan ISO di angka minimal agar dapat menghasilkan foto yang minim noise. Jadi, ketika kita mengaktifkan Low Light mode, kamera akan menyatukan 4 pixel terdekat yang kemudian dijadikan 1 pixel berukuran besar agar dapat menangkap cahaya yang lebih banyak.

Rudi : "Widih, bisa gitu ya? Mantab lah teknologinya :o"
Me : "Eit, masih ada satu lagi nih fitur yang bakal bikin kesengsem para pecinta foto, yaitu manual mode!"
Yup, manual mode di Zenfone 2 Laser ZE500KL memungkinkan kita untuk melakukan setting pada kamera dengan lebih leluasa. Adapun pilihan setting pada mode manual ini adalah ISO, shutter speed, white balance, hingga setting fokus manual. Jelas, kebebasan melakukan setting tersebut dapat kita manfaatkan untuk mengambil foto yang lebih kreatif dan unik!

Rudi : "Wih gilak, kaya DSLR gitu donk ya? Asik donk!"
Me : "Woiya donk! Mau yang lebih asik lagi? Nih ku kasih tau.."
Zenfone 2 Laser juga dilengkapi dengan fitur ZenMotion, yang mana fitur ini memungkinkan kita untuk mengaktifkan aplikasi pilihan hanya dengan menggambar pola huruf tertentu ketika layar perangkat sedang mati. Misalnya, ketika kita menggambar huruf "C", maka perangkat akan mengaktifkan kamera, tanpa harus membuka kunci layar terlebih dahulu. Kita dapat menggunakan hingga 6 pintasan (shortcut) pola huruf yakni "W" "S" "e" "C" "Z" dan "V", yang mana kita bisa mengatur aplikasi mana saja yang bisa dibuka dengan menggunakan pola-pola pintasan tersebut.

Me : "Jadi kalo misal ada objek menarik yang langka, kamu bisa langsung ambil Zenfone 2 Laser, gambar pola huruf C di layarnya, kamera aktif, arahkan dan jepret deh! Tuh perpaduannya oke banget kan?!"
Rudi : "Hahahah, iya ya! Keren! Fitur istimewa, harga kantong mahasiswa!"
Me : "Wkwkwkwk, bisa bisa.."
Rudi : "Oia satu lagi nih, kalo kamera depan gimana? Aku kan kadang suka narsis :P".
Me : "Tenang aja, hape ini punya kamera depan 5 megapixel kok, cukup mumpuni lah kalo buat foto narsis. Apalagi dia juga punya fitur Selfie panorama, jadi kamu bisa tuh foto selfie bareng!"
Rudi : "Sip, mantab! Jadi ambil deh!".
Me : "Yaudah, bungkus! Mana tadi mbak-mbak SPG nya? Panggil gih.."
Rudi yang nampak terkesan pun tanpa ragu memutuskan untuk mengambil Zenfone 2 Laser sebagai pengganti smartphone lama miliknya.

Akhir kata...

Rudi adalah contoh konsumen yang menginginkan sebuah smartphone dengan fitur lengkap agar dapat membantu produktivitas, mendukung aktivitas, sekaligus juga untuk memuaskan hobi fotografi. Untunglah, mahasiswa satu ini tak perlu mengeluarkan dana yang besar karena ASUS telah menghadirkan sebuah smartphone yang mampu memenuhi semua kebutuhannya tersebut dengan banderol harga yang bersahabat, yakni Zenfone 2 Laser.

ASUS Zenfone 2 Laser ZE500KL nampaknya memang bisa menjadi pilihan terbaik bagi Rudi, dan mungkin juga kamu yang sedang ingin mencari smartphone dengan bentang layar 5 inch. Fiturnya yang kaya, serta harganya yang terjangkau tentu sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai pilihan utama karena kedua poin tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah ditemukan. Jadi, apakah kamu menginginkan smartphone fitur istimewa, dengan harga kantong mahasiswa? Zenfone 2 Laser aja!

Sumber gambar : Dokumentasi pribadi & ASUS